Jumat, 10 Juni 2011

LU BISA NGASIH SOLUSI MASALAH TEMEN-TEMEN LU, TAPI BUAT MASALAH LU GAK!

begitu banyak kata...........
begitu banyak cerita.........
tapi apa kamu mengerti?
tapi apa kamu sadari?
hei kamu sudah lama berlalu, tapi rasa ini enggan pergi tinggalkanku.
sama seperti jasad serta rasamu yang entah berada dimana sekarang.
yang terngiang hanya kata "lu bisa kasih solusi buat semua masalah temmen-temen lu, tapi buat masalah lu sendiri gak!"
kamu itu berarti waktu itu.
kamu itu segalanya untukku setahun lalu, tapi sayangnya kamu tidak merasakan itu.
lalu aku bisa apa?
hanya bisa relakanmu pergi, berlalu dan mengakhiri semua cerita.
cerita yang seharusnya masih bisa dinikmati.
kamu tidak lagi ada untukku kini,
kamu bukan lagi siapa siapaku lagi kini, bahkan untuk jadi sekedar teman
bukan aku yang maukan semua ini.
bukan aku!!!!!!!!!!!!!!!!
coba kamu telaah lagi setiap sikap yang kamu berikan padaku.
kalu saat ini aku tidak peduli padamu, itu bukan mauku tapi keadaan yang memposisikan begitu.
sayang........... kini sudah berlalu satu tahun itu, aku tidak mungkin selalu ada untukmu, begitu juga kamu.
maka aku lepas kamu dengan bahagia.
akan ku titipkan sisa sisa cinta ini pada tuhanku, tuhanmu ... tuhan kita.
aku yakin dia sangat adil, jika kita tidak melihat keadilan itu kita saja yang terlalu bebal untuk mengetahuinya.
kembalilah jika kamu ingin kembali tapi bukan diposisi yang sama.

Minggu, 22 Mei 2011

hari ini aku bicara tentang MIMPI

Mimpi itu......
Mimpi yang pernah surut itu kini mengguncah kenyataan lagi.
Mimpi yang berharap bisa bertemu, menyentuh guratan wajah menggemaskan.
Satu, dua, sepuluh, lima puluh.
Aku mau melihat ekspresi itu.
Aku mau turut andil mengantarkan tangan-tangan masa depan itu mendobrak kepalsuan negeri ini, dunia yang sudah aku muak melihatnya.
Setelah baca buku ini (moga bunda disayang allah - tere-liye), membuat aku ingin sekali terlibat didalamnya.
Semoga allah berikan kesempatan itu. Amien

Kamis, 19 Mei 2011

galau tingkat universitas

salah itu tidak benar, tapi ini kesalahan yang menurutku benar aku lakukan.
Aku merasa benar untuk tetap peduli kepada siapapun.
Aku merasa benar, khawatirkan keadaannya.
Aku merasa benar karna aku memang takut kehilangannya.
Namun, jika kebenaran yang aku yakini diingkari.
Yasudahlah, aku bisa apa?
Aku merasa seperti orang bodoh yang mengkhawatirkan seseorang yang tidak peduli kekhawatiranku.
Aku merasa menjadi orang bodoh yang takut kehilangan orang yang tidak melihat ketakutanku.
Aku benci kehilangan!
Aku takut kehilangan!
Aku setengah hati jalani kehilangan!
Tapi kali ini aku mau hilang!
Hilang untuk dia mengerti arti kehilangan, meskipun tak ada rasa kehilanganku didirinya.

Sabtu, 07 Mei 2011

Lenyap

Pernah terbersit untuk berlari, pergi meninggalkan keadaan ini.
Tapi aku bukan seorang pecundang yang tak bisa mengakhiri permainan ini.

Pernah terlintas untuk beralih, mengalihkan semuanya dan tak perlu dipusingkan lagi.
Tapi aku tak mampu mengalihkan penuh perhatianku tanpa ada sebagian pun tentang dirimu.

Aku takut...
Aku takut tak sempat untuk menuangkan semua yang ada.
Aku takut...
Aku takut tak bisa berpaling kesesuatu yang lebih pasti dibanding kamu.
Aku takut...
Aku takut terlambat untuk jujur tentang ini padamu.

Aku lebih takut untuk berkata kata yang nyatanya aku tak pahami.

Aku hanya mau LENYAP

Kamis, 28 April 2011

Berjuang dan memperjuangkan

hidup memang butuh perjuangan.
Yang menjadi masalahnya, siapa yang diperjuangkan?
Untuk apa diperjuangkan?
Dan yang terpenting, maukah seseorang itu diperjuangkan.

Sering kali aku memperjuangkan sesuatu yang nyata tidak mau diperjuangkan.
Usaha yang sia-sia, bukan?

Bukan lagi memikirkan betapa hancurnya rasa yang telah terbangun, tapi betapa sia-sia waktu yang terlewati tanpa makna dan hasil pasti.

Kecewa?
Pasti rasa itu muncul.
Merasa usaha yang dilakukan secara maksimal tidak dihargai sama sekali.

Ada pemikiran untuk menjadi seseorang yang individualis, tapi nyatanya aku terlalu sayang mereka.
Tidak bisa bersikap tidak acuh, karena aku tak mampu kehilangan mereka.

Biar ini jadi catatan untuk jadi referensi hari selanjutnya.

Senin, 25 April 2011

Satu tahun lalu = Saat ini

Jika aku memulai semua dengan ketidak tahuan, saat ini aku sedang dalam proses tahu yang kemudian mengerti dan memahami.

Satu tahun lalu, mungkin aku labil untuk menerka apa yang aku rasa untukmu.

Satu tahun lalu, mungkin hanya kamu yang dapat mengakhiri penantian semuku untuk tiga tahun yang ternyata lama.

Kamu sadar itu?

Nyatanya, kamu tidak terlalu peka untuk menyadari kehebatanmu.
Aku rasa kamu terlalu sibuk dengan keterpurukan dari setiap celah kekuranganmu.

Kamu tidak tahu betapa aku mengagumimu dengan benteng pertahananmu untuk tetap eksis dihidupmu.
Kamu hebat!
Aku mau kamu tahu itu.

Yang perlu kamu sadari juga, aku menempuh berbagai cara untuk tetap jadi seseorang yang ada dihidupmu, bukan untuk kamu jadikan aku orang yang kamu pilih kemudian melekatkanku dihatimu.
Bukan!
Aku tahu dan sadar, bahwa aku takkan pernah bisa meluluhkan hatimu.
Seperti sebuah lirik lagu yang pernah kamu persembahkan untukku.

Jika kamu tahu keadaanku saat itu, kamu akan jadi orang terjahat di dunia.
Kamu buat aku menjadi seseorang yang seolah tidak akan pernah pantas merasakan rasa itu.
Tapi bukan itu yang aku mau kamu tahu.
Aku hanya ingin kamu tahu, aku bertahan sampai saat ini hanya ingin melihat kamu tersenyum, bangga akan kehebatanmu. Bukan meratapi yang tidak ada untukmu.

Jangan pertanyakan rasaku, cukup kamu rasakan dan mengerti.

Rabu, 30 Maret 2011

Tentang D.I.A

Dalam ketidak mengertian aku bercerita tentang si D, si I dan si A
aku akui betapa aku mendambakan D kembali kepadaku, karena aku yakin tak ada yang melebih rasaku untuknya.
namun nyatanya D lebih memilih I untuk menjadi dambaannya.
mungkin karena ketidaksempuranaanku melengkapi harinya.
harusnya D mengerti betapa aku hancur menerima semua ini, namun waktu yang mengajarkan ketegaran padaku.
meskipun rasa sakit takkan pernah terhindari, karena nyatanya aku benar-benar mencintainya. ya sangat amat peduli padanya dan tidak bisa bersikap tidak acuh dalam kediamanku.
namun sayangnya I tak mampu untuk bertahan dan membiarkan D mencurahkan semua rasa yang ia punya untuk I, saat D hancur entah mengapa aku hancur.
aku memang menginginkannya bersamaku, tapi tidak dengan membiarkannya terluka dan menjadikan aku persinggahan untuknya.
I lebih memilih untuk mencari sesuatu yang tidak pasti dibanding menyambut kesungguhan D.
aku terlalu perih menahan dan mengingat betapa tidak adilnya perlakuan D padaku.
aku menghilang untuk membiasakan diri untuk membasuh luka dengan kehidupan yang ada.
kini aku tahu D sudah menemukan A untuk menjadi pilihannya.
aku tak tahu banyak tentang A, yang bisa aku pastikan aku masih cukup merasa apa yang sebelumnya aku rasakan.
namun, ini pilihannya, A mungkin lebih baik dari ku dan semoga ini bukan cinta sesaat.
Selamat dan semoga takkan pernah kamu temukan penyesalan.
ini hanya cerita singkat tentang D.I dan A