Senin, 28 Februari 2011

Bertahan untuk siapa?

Berbagai cara telah ditempuh.
Berbagai usaha sudah dicoba.
Namun, semu tetap jawabannya.
Ya setidaknya saya telah mencoba.
Kemudian, ada yang meledak menghamburkan serta mengurai air mata.
Bercucuran pertanyaan demi pertanyaan yang seolah menyesali yang pernah diperbuat.
Saya bertahan untuk siapa?
Berusaha sendiri sungguh melelahkan.
Menyudutkan saya untuk pantas dipersalahkan.
Mungkin jalan terindah pun takkan terasa indah saat semua keadaan berbalik menyerang kepercayaan diri.
Dimana jawaban dari semua keadaan?
Saya ingin bertemu kemudian mendekap erat jawaban itu agar dapat meresap dalam setiap langkah.
Pelajaran apa yang bisa saya ambil dari perjalanan ini?
Saya hanya mendapat sesuatu yang membuat saya hancur dan makin rapuh.
Oh ya, ada yang bisa saya ambil pelajaran, yaitu tak perlu bertahan untuk kesemuan.

Rabu, 02 Februari 2011

Karena kenyamanan

Nyaman.
Suatu hal yang membuat semua yang kita lakukan didasari keikhlasan.

Nyaman.
Sesuatu yang mudah didapatkan namun sulit untuk ditemui.

Kenyaman itu juga yang bila kamu sadari buat aku terhenti dan tak mampu melangkah jauh ke depan tanpamu.

Kenyamanan itu pula yang jika kamu mengerti buat aku tak sanggup untuk menghapus semuanya tentangmu.

Sebegitu dahsyatnya rasa nyamanku terhadapmu.
Sebegitu hebatnya rasa takutku kehilangan kenyamanan itu.

Kamu buat aku tak mampu meninggalkanmu.
Kamu buat aku tak bisa kehilanganmu.
Dan kini aku hanya bisa berangan kamu takkan tinggalkan aku bersama rasa itu.

Selamat untuk keberhasilanmu meluluhlantahkan percaya diriku.
Aku kini hanya dapat berelegi bersama bayangmu.