Selasa, 26 Juli 2011

Hari ini

Entah apa yang terjadi hari ini, tak bisa aku berkata-kata.
Hanya tangisan itu yang mendefinisikan semua rasa.
Jangan tanya rasa apa?
karena akupun tak mampu untuk menderetkannya dalam sebuah barisan.
Bukan lagi bualan yang membuat semuanya terlihat memuakkan.
Bagaimana aku bisa sebodoh ini, apa aku tidak pernah bercermin?
Jangankan orang lain yang bertanya padaku, aku saja bingung!

Aku bagai air yang mengalir tanpa tahu keberadaan hulu.
Aku terombang ambing oleh arus, tapi tak mampu berontak.
bukan tidak mau berontak, tapi tidak bisa!
aku tak banyak memiliki kekuatan untuk berontak.
Bagaimana bisa memberontak kalau jenis pemberontakan itu saja aku tidak pahami sepenuhnya.

kadang ingin aku mau jadi hujan yang teduh namun teguh.
dengan kilatnya, dengan aroma khasnya.
Aku mau.......
lagi lagi itu terpatahkan dengan kebodohanku.
hei orang yang pernah ada.
kamu benar, kali ini kamu benar. aku memang bodoh!

mungkin aku angin,angin yang mengacaukan sekelilingku.
angin tak berarti.
Dan aku tak suka itu!

Rabu, 20 Juli 2011

Kicauan tak berarti

Bersikap adil bukanlah hal yang mudah.
menimbang-nimbang perlakuan orang lain terhadap yang lain.
betapa nyatanya perbedaan itu, amat pekat sampai dapat membuat yang berbeda itu jatuh dalam kepenatan tak terprediksi.

Manusia terlahir didunia ini secara alami, langsung dari pencipta tanpa bisa tawar menawar.
namun, hal ini yang akhirnya membuat manusia-manusia itu memberi penilaian subyektif yang kemudian menghadirkan kebencian itu.

Bagaimana tidak, kamu akan dapat perhatian lebih karena kamu cantik,
kamu akan didahulukan karena kamu ganteng,
kamu akan selalu dihargai karena kamu indah.

Hei... penilaian macam apa itu?
Bukankah itu sama saja mengingkari penciptaan tuhan?

Sudah, sudah, cukup!
Aku cukup muak melihat ketidak berimbangan itu.
sulit memang menyadarkan pemikiran bodoh itu.
biarkan kini aku dipragmatiskan dengan keadaan itu.
aku sudah lelah memberontak.
semakin berontak, semakin sesak.

Entah sekarang aku menunggu apa.
Mungkin mati!

Sabtu, 16 Juli 2011

bersenandung kelu

nananananananana...
Nyanyian apa itu, buat hatiku makin penat.
menari dalam gelap yang tak tentu arah.
Pernah berteriak untuk segera hentikan dendang menyebalkan itu, tapi sia-sia.
Jawabannya hanya ucapan remeh yang tepat menghantam kalbu.
ingin marah, namun lagi lagi kelu.
Aku ini siapa, hingga berani marah?
Bahkan angin saja yang hilir mudik tanpa henti tetap bersenandung penuh ceria.
Lalu lihat air itu!
Pernah dia berontak untuk hentikan laju alirannya?
Dia tetap senang meski tak harus tahu kemana akan bermuara.
Aku ini apa?
Hilang sudah semua jati diri!
Amnesia tanpa batas waktu.
Beri kesempatan untuk memulihkan semuanya.

Kamis, 14 Juli 2011

peralihan jadi tukang bangunan

Hampir sebulan gue jadi 'tukang bangunan' , wah kocak deh pokoknya.
buat gue jadi cengcengan iis pipit sama febi di twitter.
tapi ini juga buat hari hari di kuliah gue menyenangkan.
tugas ini slalu bisa dijadiin alibi. hahahahahha
ini proses pembuatannya:
nirmana dowel


bukan cuma nirmana dowel aja yang ngerjainnya pake keringet (meskipun dowel yang paling plus plus), tapi ada juga nirmana benang.


masih ada satu lagi nih tugas yang lama bgt pembuatannya, sebenernya sih bukan eksekusinya tapi lebih ke pembuatan konsepnya.
POSTER, nih prosesnya


tapi dengan kesabaran akhirnya semua selesai tepat waktunya dan menyisakan dompet yang kosong (BOKEK).
ini hasilnya:

nirmana dowel



nirmana benang


poster


gimana pun jadinya gue tetep senang :D :D :D

oh iya, ini satu lagi karya gue pas UAS.
rasanya malu banget, kayanya anak TK bisa lebih bagus buatnya dibanding gue -_______-


Yang pasti kedepannya gue harus lebi9h baik lagi :D
SEMANGAT SEMANGAT !!!!!!!!!!!!!!!

Maaf

Maaf atas semua prasangka gue.
Maaf atas penilaian gue yang mungkin kurang objektif.
Maaf atas semuanya.

Mungkin lu emang begitu, atau emang gue yang terlalu sensitif sampai semuanya ruwet untuk dijelasin.
Sekali lagi maaf.

Lu emang dewasa untuk orang lain, tapi ga untuk gue.
Lu emang pendengar dan pemberi saran yang baik untuk mereka, tapi kenapa untuk gue ga?

Pendapat-pendapat tentang hal ini:
>Febi
Ah mungkin dia terlalu dinyamankan sama pembawaan lu kali, jadi dia childist.
Tapi dia aneh, suka berubah-ubah ga jelas.

>Upi
Lunya aja yang selalu nyari tau tentang dan gimana dia, akhirnya lu sendiri kan yang kalang kabut karna prilaku dia riskan sama apa yang dia lakuin ke lu.

>Dini
Mungkin dia terlalu nyaman sama sinta, sampai cuma berani bersikap kekanakan sama sinta doang.
Banyak loh orang kaya gitu, kuat diluar tapi dalamnya rapuh.
Dan hanya mau berbagi sama orang tertentu, juga cuma bisa marah sama orang yang dia anggap bisa jadi sandarannya.

Hhhm yasudahlah..
Selamat menjalani keindahan hari sendiri-sendiri.
Semoga bahagia dan tambah dewasa menghadapi setiap pilihan :)

Rabu, 13 Juli 2011

puisi malam ini

Ku berlari namun lelah
ku berjalan tapi tertinggal
ku berhenti, sudah sesak.
Bayang itu nyatanya menggerogoti percaya.
Aku sudah muak dengan angan-angan tak tentu ini.
Mengapa harus aku lagi yang mengalah?
Membenahi rasa yang kembali menguak kepermukaan dan hempaskan semua.
Susah payah aku menyusunnya dengan hati.
Kerapuhan ini bagai bom yang kapan saja siap meledak.
Sudah, sudah, hancur.
Tak mampu ku berkata, hanya mampu gambarkan keresahan tentang masa lalu.