Minggu, 02 Desember 2012

Menulis membuat aku gak jadi alien :)

Hallo, lama gak ketemu (dalam aksara tentunya). Mungkin ada benarnya, rutinitas kadang memang mematikan kreatifitas. Tahun lalu, aku pernah memposting tulisan tentang intermezzo menulis.

Menulis sepertinya tidak bisa dipisahkan dari hari-hariku. Meskipun gak di apresiasikan dalam tulisan nyata diatas kertas ataupun di media menulis lainnya, banyak tulisan yang aku simpan dalam memori. Sayangnya kelemahan menyimpannya di memori otak adalah gak semua bagian yang sudah aku susun dapat aku jabarkan kembali secara detail. Ngomong-ngomong tentang detail, kata Ken Fuson dalam buku Rich (2000) “what a reporter needs is detail, detail, detail,” maksudnya, senjata utama dari seorang reporter yang notabenenya penulis, yaaaa harus detail. Sayangnya, aku belum memenuhi syarat itu.

Ah bukan itu saja, Lord Acton, penulis sekaligus sejarawan dan politisi Inggris bilang “Learn as much by writing as by reading,” penulis yang baik sudah pasti pembaca yang handal. Nah! Lagi-lagi aku belum sempurna memenuhi standar itu. Sedikit frustasi, tapi gak akan pernah nyerah. Kenapa harus menyerah, bukannya aku sedang berproses menuju penulis handal? Hohoho. Paling tidak, untuk saat ini aku berhasil membawa diriku meninggalkan kata “alien”.

Alien, banyak yang mendefinisikan “alien” dengan makhluk luar angkasa. Namun, kata Fahd Djibran, penulis favoritku dalam bukunya Perjalanan Rasa menjelaskan definisi lain dari “alien”. Mengutip dari teori Karl Marx tentang alienasi, sesuatu yang terpisah dari sesuatu yang lainnya yang secara ilmiah sesungguhnya harus bersama bisa di sebut alien. Dengan kata lain, mereka yang terpisah dari kediriannya, manusia yang lupa cara menjadi manusia!

Sering kali aku memang jadi alien, terpisah dari kehidupan lain di sekitarku. Tapi, berkat kegemaranku menulis, aku sedikit demi sedikit dapat membuka diri. Mulai berdiri di awan yang sama dengan orang-orang disekitarku. Yeeeaah, I’m Ekstrovert now :)

Kalau kata Solichin M. Awi dalam bukunya, “Menulislah! Dengan menulis aku dapat  mengenalmu,”

Selamat bertemu dalam aksara teman-teman :)

Jumat, 16 November 2012

Blank




Di saat sepi menghujam hati, kamu ada dimana?
Masihkah kamu merutukiku?
Masihkah kamu menggerutu ini itu, tentang hal yang sudah ku tinggalkan?
Kamu dimana?
Bertahan setengah hati tanpa hidup yang pasti, masihkah kamu merutukiku?
Aku sendiri, Kamu anggap aku sedang berpesta.
Aku sendiri, kamu mengutuk keramaianku.
Aku sendiri, Kamu tidak mengerti. Karena ku sendiri.











Senin, 15 Oktober 2012

Kakak Terbaik

Tak perlu banyak Ungkapan.
Kakak terbaik, selamat merayakan tahun ke-28 bersama keluarga kecilmu yang bahagia.
We love you so much.



Minggu, 23 September 2012

Yang Mengutuhkanku :)

Masa-masa yang paling bahagia adalah masa dimana kita bisa berbagi semua rasa sama orang-orang terdekat. Hari ini, gue mau memperkenalkan temen-temen yang selama ini berbagi suka duka sama gue. Gak keseluruhan sih (karena gue cepet deket sama orang), jadi yang paling deket dan masih kontak aja ya :)

Masa Kecil

Dari Kiri Ke Kanan: Eva, Sinta Eka, Nia, Umai
Layaknya anak kecil kebanyakan, masa kecil gue sangat bahagia. Dan beruntungnya, gue bisa ngerasain main petak umpet, batu 7, gangsing, bola kasti, Taplak, lompat karet dan permainan tradisional lainnya. Di zaman itu, lagi booming-boomingnya main geng-gengan dan memberi nama geng tersebut. Gue juga punya, Genk Mania namanya (aiiiih, norak abis nih ahahaha). Personil dari genk mania yaitu, Gue (tentunya), Umai, Eka, Nia dan Eva. Kita tetap tumbuh dewasa bersama, dan Eva sudah berumah tangga sekarang. Nunggu yang lainnya nyusul deh :D

Masa SD

Atas Kiri ke Kanan, ke bawah Kiri: Marlina, Pipih, Eni, Lista
Di postingan beberapa bulan lalu, gue bilang kalo gue kurang menyukai masa SD gue, tapi tidak bisa menegasikan masa bahagia sama temen-temen SD gue. Mereka adalah Pipih, Umai (lagi-lagi), Eni, Lista dan Marlina. Lucunya, dulu kita sering banget berantem. Maklum anak SD yang kalo kesel dikit marahan, ahahaha. Oh ya, seperti Eva teman kecil gue, Pipih juga sudah menikah :)

Masa SMP

Dari Kiri Ke Kanan: Istiana, Winda
Sekolah Menengah Pertama, waktunya ketemu lebih banyak orang. Disini gue ketemu Winda, Umai (masih, ahahaha), Pipih (tetep),  Istiana dan Marlina sampai SMA :D
Di SMP, Gue termasuk kaum minoritas, but I don't care. ahahahaha, kalo yang pernah baca postingan gue tentang masa SD gue (sudah dibumi hanguskan), SMP gue pun sama. Maklum, satu Yayasan.
Istiana sekarang Kuliah di POLTEKES Jkt, Winda di UIN Jkt dan Marlina di Univ. Budi Luhur Jkt.

Masa SMA

Tengah dari kiri: Pipit, Anita, Tiara, Iis, Febi
Kata orang, Masa SMA adalah masa paling menyenangkan. Masa dimana mulai mencoba hal-hal baru. Tapi gue gak nyesel jadi anak baik-baik waktu SMA. Jadi baik-baik juga gak melewatkan masa menyenangkan putih abu-abu kok :D
Masa SMA, gue sangat dekat dengan Pipit, Tiara, Iis, Anita dan Febi. Kita suka ngabisin waktu bareng-bareng. dari belajar bareng sampe hangout gak karuan :)
Sampai sekarangpun kita masih sering ketemu, berbagi rasa bareng. Meskipun intensitas pertemuan kita udah berkurang karena kesibukan satu sama lainnya.  Kalo ngumpul nambah Temi sebenernya, Temi itu temen SMP gue, tapi malah deket sama temen-temen SMA gue :D
Disini gue berkembang pesat, bisa mengeluarkan semua kreatifitas tanpa dihalangi diskriminasi keturunan (cuma gue yang ngerti, hehehe). Apalagi gue di dukung sama guru paling baik sedunia, Bu Novi namanya :D
Sekarang kita sudah berbeda-beda tempat kuliah dan Jurusannya. Pipit Kuliah di Binus Jurusan Komputerisasi Akuntansi, Tiara di UNP, Padang Jurusan Pend. Geografi, Iis di Univ. Mercu Buana, Jkt Jurusan Akuntansi, Anita di Bina Sarana Informatika, Jkt Jurusan Komputerisasi Akuntansi dan Febi di UNJ, Jkt Jurusan Pend. Tata Boga. Oh iya, Temi di UIN jkt Jurusan Perbankan syariah.

Masa Kuliah

Meskipun masa ini belum berakhir, tentunya udah pada tahu siapa aja yang deket sama gue di bangku kuliah (hahahaha, saking seringnya posting tentang mereka).  Kita suka Traveling bareng dengan uang pas-pasan, nyoba sesuatu yang baru dan tentunya main contek-contekan tugas (yang teori doang sih) :D
Baiklah, gue perkenalin lagi deh. Rangers: Upi Cupil Marpueh si Putri Gembel aka Mbah Bronto, Widi Yono Astuti Parnowati aka Kakek Somalia dan DJ Jideh Rodemeh aka Tante Timika. Ada lagi, Tika Ntik Sulastri aka Paklale Bawang dan Nina Jannah Sumenep. Kita semua satu JURUSAN, di Komunikasi Visual.
Oh ya, di ex-Organisasi, gue juga deket sama semua anggotanya. Terutama angkatan gue, angkatan 20: Sevi, Dini, Dewi, Ali, Abror, Awawa sama Jamal. Meskipun udah resign, Kita masih deket kok :)
Rangers dan Sahabat Rangers :)
UKPM Orientasi

Kalo gue ditanya, apa yang udah gue dapetin di umur gue sekarang ini. Kalian dan kenangan kita jawabannya :)

Kamis, 20 September 2012

Coba Ditanyakan?

Wah! hujan tiba-tiba melarikan diri dari kekang kemarau berkepanjangan.
Di sebuah rumah berwarna hijau, seorang gadis melamun. Meracau sendiri. "Aku benci untuk selalu sok tahu, sok asik, sok menyenangkan, sok pintar, sok acuh," disaat itu juga dia berjanji untuk menjadi kebalikan dari kesehariannya.

Keesokan harinya, saat dia bertemu dengan orang banyak, seakan waktu meloncat ke hari ini tanpa melewati kemarin. Hah! Dia lupa.

"Aku bingung, menjadi apa adanya aku ya sok tahu, karena aku selalu ingin tahu. Sok asik dan menyenangkan, karena aku ingin orang lain nyaman di dekatku. Sok pintar, untuk tahu lebih banyak. Sok acuh, yang satu ini, rasanya aku memang peduli dengan orabg-orang di sekitarku," tatapnya pada cermin.

"Setiap pribadi memang berbeda, ada yang menerima ada pula yang pergi tidak peduli setiap kekurangan. Biarkan saja mereka mencari yang sempurna. Manusia sempurna? Rasanya hanya  dengan saling melengkapi manusia menjadi sempurna."

"Eh tunggu, apa jangan-jangan pertemanan memang harus berpura-pura? kalau aku menjawab tidak, apakah mereka juga? kemudian menerimaku apa adanya? mungkin juga bertopeng di depanku. Memuntahkan semua ketidaksukaannya padaku dibelakang?"

"Ah, sudahlah, biarkan terseleksi alam," lepasnya pada angin seusai hujan yang semilir menenangkan hati.

Rabu, 15 Agustus 2012

Akhirnya Datang Juga

GA: A Cat In My Eyes dan Curhat Setan
Siang ini cuaca begitu panas, waktunya berhibernasi. nyanyanya :D

Saat mata mulai siaga untuk terpejam, Ayah masuk ke kamar dan mengagetkanku. Siluet dari postur tubuhnya tiba-tiba meletakkan sebuah benda cokelat berbalur plastik di atas tempat tidurku. Tanpa berkata-kata dengan kondisi mata setengah menyala aku membaca kertas yang tertempel di depannya, dari Revolvere Project. Cihuuuy, Bukunya sampai :D

Di postingan sebelumnya, telah aku ceritakan secara panjang lebar soal lomba revolvere project kan?
Buku-buku ini di dedikasikan kepada pengkomenya, itu yang aku niatkan sebelum pengumuman pemenang :)

Janji :)
Karena selamat-selamat sudah datang di message handphoneku, terima kasih atas ucapannya.
Selamat dari Ka Dewi
Selamat dari Nina

Selamat dari Ka Ayu

Oh ya, sekali lagi maaf jika blog ini hanya berisikan tentang saya, curahan saya. Mengutip dari akun twitter @niez_maharani (bukan followers atau following saya) "Better to write for your self and have no public then write for public and have no self. Sekian :)



Sabtu, 11 Agustus 2012

Pengakuan

Tiba-tiba ada sms masuk saat aku sedang asik mengobrol sembari menikmati sajian berbuka puasa di sebuah tempat makan. "Nop, review lu jd pilihan review favorit,Gak kebayang, senangnya kayak apa. Apalagi sempat pesimis menjelang hari-hari pengumuman.

SMS Upi
Senin, dua Juli aku menemui Ka Novi dan Ka Ayu di Kantin kampus. Aku tidak sendiri, ada Upi. Di tengah perjalanan menuju Kantin, Upi bilang kalau Fahdisme(dot)com mengadakan lomba review Revolvere Project. Kita memang salah satu penikmat setia karya Fahd. Banyak hal yang kita diskusikan seusai menikmati karyanya. Mulai dari Yang Galau Yang Meracau, Hidup Berawal dari Mimpi, Rahim sampai pada postingan yang di terbitkan di blognya. Dan herannya, kita terlewat untuk mendiskusikan soal Revolvere Project.
"Nop, lu ikutan aja,"
"Ah, engga ah. Gak Pede,"
Awalnya, aku menolak anjuran Upi untuk mengikuti kompetisi itu. Sudah lama aku tidak menulis untuk khalayak ramai, terhitung setelah pengunduran diriku di salah satu organisasi kampus.
Sebenarnya aku pernah menulis profil Fahd, hanya saja aku tidak cukup berani untuk mengulas karya yang sangat aku ganderungi. Bagaimana tidak, aku pernah mencoba membuat karya serupa dan gagal.

Beberapa hari kemudian aku berubah pikiran, aku mengabari Upi bahwa aku ikut serta. Dia mendukung sepenuhnya, begitu juga Ka Novi.

Semalaman menulis, akhirnya delapan juli aku mempostingnya di blog ini.
DAG...DIG....DUG...DAG...DIG...DUG...rasanya setelah mempublikasikan tulisan ini. Karena aku menyadari, tulisan itu amat jauh dari kata sempurna. Tapi dukungan dari orang-orang sekitar membuatku membawanya santai, meskipun masih disertai kepesimisan.

Lagi-lagi pesimis itu datang seperti pada perlombaan MHQ, Puisi, OSN Ekonomi dan PJTL Menulis Feature di USU. Aku memang payah, selalu disertai kepesimisan. Mengutip kata Upi, "Yang lahir November emang kebanyakan pesimis," 

Namaku sudah ada dalam daftar peserta, aku mulai mempromosikan link blogku di berbagai sosial media. Lagi-lagi aku di bantu oleh teman-teman yang baik hati. Oh...ya, kalau boleh jujur, alasanku mengikuti lomba review tersebut karena salah satu imbalan untuk pemenangnya adalah buku yang telah lama aku cari, A Cat In My Eyes. Sudah lama aku mengidamkan untuk sekedar mengintip isi dari buku tersebut. Sayangnya, di berbagai toko buku yang aku jejaki sampai kepada toko buku online stock buku tersebut selalu habis.
Daftar Peserta
GiveAway: A Cat In My Eyes

Di tengah perjalanan menuju tanggal dua puluh tiga juli aku down, syarat untuk mendapatkan buku itu adalah terbanyak komentar. Sedangkan komentar di tulisanku baru 30 pengomen. Aku putus asa, namun aku beruntung mempunyai teman-teman yang baik hati. Mereka menyuportku, mereka juga membantu promosikan link tulisanku di akun mereka. Istiana, Anita, Sevi, Adhi Changcut, Ka Cenul, Raras, Dhea, Makasih banget ya udah bantu Broadcash tulisanku. Gak ada yang bisa aku bales selain kata TERIMA KASIH.
Promo di Twitter sampai kepada keputus asaan

Perlombaan di perpanjang, pengomen tulisanku sudah 60-an. Aku mulai pasrah tingkat akhir, namun masih sempat promosi, hehehe. iseng-iseng liat timeline di twitter, aku baca tweet raditya dika dan aku mengamini. Cukuplah menambah semangatku :)

Tweet Raditya Dika
Akhirnya, 87 komentar hadir di tulisanku per-tanggal 6 Agustus 2012. Dan keesokan harinya Upi mengabariku bahwa aku menang Review terfavorit. Alhamdulillah, akhirnya bisa menjamah A Cat In My Eyes. Tapi kegalauanku belum berakhir. Setelah mendapat predikat Juara Favorit, aku merasa pada titik nadir paling dasar. Apa caraku mendapatkan predikat itu terbilang "curang"?

Masih ada Ka Novi yang setia menyemangatiku, dan aku gak bisa membalas kebaikan mereka selain kata Terima Kasih. Terima Kasih kepada teman-teman yang turut membantu mempromosikan, Terima Kasih kepada teman-teman yang sudah Komen, Terima Kasih kepada teman-teman yang sudah bersedia membaca tulisanku, terima kasih kepada teman-teman yang selalu setia mendukungku.

Akhir kata terima kasih kepada, Upi, Nina, Wiwit, Ka Novi, Febi, Ipit, Pipit, Firman, Widi, Tika, Istiana, Ali, Dhea, Cindy, Ka Ayu, Eka, Salva, Indrayana, Vina, DJ, Ka Cenul, Wisma, Anita, Ade, Azka, Dini, Uchie, Ka Rizky, Raras yang udah komen. Bukunya punya kalian semua.

Terima Kasih Revolvere Project yang membuat tulisanku di baca banyak orang, membuat followers blogku bertambah. Terima Kasih teman-teman peserta, tulisan kalian menakjubkan. Aku perlu belajar dari kalian soal tulis-menulis dan nge-blog me-ngeblog. hehehe

Semoga tulisan di wadah ini bermanfaat, dan maaf jika kurang bermanfaat :)

Bersambung.... (Nanti kalau bukunya udah sampe)

nb: tulisan ini bukan bermaksud riya, hanya sharing semata :)

Minggu, 05 Agustus 2012

For: My Leo, My Hero.

"Ya Allah, Semoga masih diberi kesempatan untuk merasakan moment seperti ini lagi,"


Katamu, Aku gak boleh pulang terlalu larut malam.
Katamu, Aku gak boleh bermalam di rumah orang lain.
Katamu, Aku harapanmu.
Kamu memang seseorang yang OVER PROTECTIVE.

Kata mereka, Aku Anak emasmu.
Kata mereka, Kamu selalu memenuhi apa mauku.
Kata mereka, Kamu selalu bangga padaku.
Sejujurnya, aku tidak peduli kata mereka. Aku hanya peduli "Kita". Kamu, Aku dan Keluarga Kita.

Ayah, Hari ini bertambah satu lagi usiamu, Bertambah lagi Pengalamanmu, Bertambah lagi Kemapananmu, Bertambah lagi rasa sayang kami padamu. Entah mengapa, selalu bertambah setiap detiknya.

Ayah, Semoga kebersamaan kita tidak cepat berlalu, biarkan waktu di bekukan oleh cintaku, cintamu, cinta Keluarga Kita.

Ayah, Aku punya permintaan. Jika mereka benar, Kamu pasti memenuhinya.
Aku mau kamu selalu sehat, Aku mau kamu dan Mama selalu menemaniku, Aku mau kita selalu bahagia, sesulit apapun jalan yang menghadang kita.

Euphoria Kebersamaan Hari ini
Memory Euphoria 16 01 2012

Ayah, Selamat Ulang Tahun. Kamu akan selalu jadi Raja di hati kami. Kamu akan selalu Jadi Pahlawan di setiap jejak kehidupanku. Tak ada yang bisa menggantikan Tempatmu, tempat Mama. Semua sudah terpatri pada tempatnya, pada porsinya. Terima Kasih Ayah. Cepat sembuh Ayahku sayang. Jangan meminta doaku, karena doaku selalu untuk KITA.

Terima kasih untuk kebersamaan hari ini Ayah, Mama, Kakak, Cindy, Bang Ozy dan Acha :)

Lagi Lagi Absurd (ʃ⌣́,⌣́ƪ)

I'm accepts you for who you are, you're awesome the way you are.

Pantai Ujung Genteng, Sukabumi
Tiga menit lalu, kamu meng-update itu di salah satu jejaring sosial. Aku tidak tahu siapa yang kamu maksud.

Sudah enam bulan ini aku mengagumimu dalam diam. Aku selalu peduli tentang apa saja yang terjadi padamu. Sayangnya, kita hanya kenal di dunia maya. Aku cukupkan rasa itu pada sebatas kagum.
Aku suka senja, kamu juga.
Di sore itu,  saat matahari perlahan berpamitan pada indahnya pantai ujung genteng, dia membawa selipan doa itu. Semoga Tuhan menggenggam doaku dan menjadikannya nyata.
***

Selain hujan dan senja, aku suka suasana subuh. Sejuk, menenangkan.
Aku bergegas  untuk kembali memeriksa barang bawaanku. Hari ini, aku akan pergi liburan bersama Tia dan Endah ke Belitung. Sudah lama aku mendambakan untuk sekedar berkenalan dengan indahnya laut dan Pantai Tanjung tinggi, Belitung.
Ah, laut memang selalu memberi kesahajaan bagi penikmatnya.

Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
Pukul satu siang, Kami sampai juga di Belitung. Setelah sebentar rehat, kami segera menuju paparan pasir putih yang mempesona. Kami sudah tak sabar lagi bermain-main dengan deburan ombak yang genit mengejek pantai.

Bahagia memang sederhana. Menikmati Maha karya Tuhan secara gratis itu (selalu) menyenangkan.


***

Ups... Kamu lagi-lagi update digit itu, selalu itu. Apa makna yang tersembunyi di dalamnya?
Rasa ingin tahuku mulai memenuhi kepala, mungkin-mungkin pun terlontar secara tidak sadar dari otak.
Sudahlah, jauh dari kata Kita. Ada saja alasan yang mengekang dan mmemisahkan Aku dari kata "Kita"mu.
***

"Kamu hebat Jani," Seseorang mengagetkanku yang sedang berdebar menanti matahari pamit.
Sedikit tercengang, Aku segera melumuri wajah 'cengo'ku dengan senyum.
Senja di Pantai Tanjung Tinggi
"WOW! Dari mana kamu tahu namaku?"
"Kamu mengenaliku?" Dia tertawa.
"Terlalu, jika aku tak mengenal penguasa hati di Negeri burung itu," Ya ampun, lagi-lagi aku bergurau konyol.
"Hah? Maksudnya? Kamu bingung.
"Aku Anjani, Kamu tak perlu memperkenalkan diri, aku kenal kamu kok," kataku sembari menjulurkan tangan ke arahnya.
"Biar resmi, aku juga memperkenalkan diri dong, hehehe aku Esa," Senyum itu lagi.

***

Pantai ParangKusumo, Jogjakarta (doc.pribadi)
Hei, Kamu itu misterius. Bagaimana mungkin kita bisa bertemu di luar dunia maya?
Kamu lebih menakjubkan dari yang tercitra di dunia maya.

"Kamu ingat tentang seseorang yang bertanya padamu di Pantai ParangKusumo?" tanyamu.
"Seseorang?" Aku memanggil kembali ingatanku tentang semua kejadian di ParangKusumo. "Oh ya, aku ingat. Orang yang bertanya ujung langit dan akhir laut?" Jawabku cepat.
"Iya, kamu hebat," Hebat lagi?
Belum sempat aku bertanya tentang kehebatanku menurutnya, dia sudah menjelaskan.
"Kamu hebat membuatku menemukanmu,"

Aku tersipu, Kamu tersenyum, Laut bernyanyi dan Matahari menyampaikan doaku. (˘⌣˘) 

nb: Cerita ini Intermezzo lanjutan dari Cerita Ini.
Gambar dari sinisini dan sini.

Rabu, 01 Agustus 2012

Dongeng: Adik Tupai

ilustrasi belum jadi, hihihi
Pada jaman dahulu kala, di sebuah hutan, tinggallah keluarga kelinci yang bahagia. Mereka terdiri dari Bapak, Ibu dan dua ekor anak perempuan.

Suatu hari, keluarga ini kedatangan anggota baru, seekor anak tupai yang cantik. Bapak kelinci yang membawanya, "Aku mendapatinya sedang sedih ditinggal induknya," begitu kata bapak kelinci.

Meskipun berbeda spesies, keluarga ini sangat menyayanginya. Tidak pernah membeda-bedakan. Apalagi Ibu kelinci, dia merawat anak tupai dengan kasih sayang, hal itu terlihat dari dia memperlakukan anak tupai seperti kedua ekor anak kelincinya.

Kedua anak kelinci itupun sama, anak tupai itu sangat mereka kasihi, layaknya adik mereka sendiri. Meskipun sering terjadi perkelahian antara anak kelinci paling bungsu dengan anak tupai tersebut. Namun, perkelahian mereka layaknya kakak beradik. Bapak kelinci selalu memarahi keduanya, bapak kelinci tidak mau mereka berkelahi, karena mereka bersaudara.

Ketika para tetangga di hutan itu meributkan anggota baru di rumah mereka, keluarga itu tidak pernah memusingkannya.

Suatu hari, anak tupai terlihat bersedih.
Kedua kakaknya mmendekatinya dan bertanya, "Adikku sayang, kenapa bersedih?" tanya si sulung.
"Kakak, kenapa mereka masih menganggapku berbeda darikalian?" tanya anak tupai itu balik.
"Siapa yang menganggapmu berbeda dan membuatmu sedih, adikku?" seru si bungsu kesal.
"Adik-adikku sayang, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berpandangan sama dengan kita. Biarlah mereka menganggapmu berbeda, tapi aku, bungsu, Ayah, Ibu tak menganggapmu begitu," si sulung menenangkan kedua adiknya.

Musim hujan berganti musim kemarau. Daun-daun juga sudah silih bergantian meramaikan batang pohon, rumah keluarga itu tinggal.

Kini, anak tupai itu sudah beranjak dewasa. Tentu di temani oleh keluarga kelinci tersebut.
Dengan seiring berjalannya waktu, semua penduduk hutan sudah mulai lupa kalau anak tupai dari keluarga kelinci itu seekor tupai.

Andai manusia juga lebih mudah beradaptasi dengan perbedaan. Tentu tak perlu ada lagi berita-berita mengerikan di setiap headline surat kabar, televisi atau berita acara kepolisian.

Seperti dongeng kebanyakan, akhirnya mereka hidup bahagia di sisa hidupnya.

Cerita di tulis saat mata kriyep kriyep sehabis sahur :D

Sinta Novizah

Senin, 30 Juli 2012

Check...Check. Unta satu, unta satu.. lapor Rangers Abu-abu Ulang Tahun.

Hari paling menyebalkan sekaligus menyenangkan menurut saya adalah hari dimana semua orang ngucapin "SELAMAT ANDA TAMBAH TUA!"
Astaga, peringatan berkurangnya umur membuat saya kelimpungan untuk segera meninggalkan kata "Manja, Labil, Egois dan sifat-sifat lainnya,"

Hal ini juga berlaku untukmu RANGERS ABU-ABU.
Kemarin, Kamu memasuki kepala dua. Semoga semoga pun terucap dari banyak orang. Bahagia tentunya, apalagi hari itu juga menambah angka kebersamaanmu sama YOMAN HERCULES (re: Firman). Asik-asik, pacangan balbel polepel :p

Doa Firman untuk Widi: Semoga Rajin Mandi, Sisiran. ahaha
Berawal dari tanggal 28 Juli, para rangers dibantu sahabat Rangers, Ntik Sulastri begitu kita menyebutnya (re: Tika Franika) mempersiapkan kejutan yang akan kita berikan padamu di kediaman Rangers Kuning. Mulai dari beli kue, kado, membentuk lilin ulang tahun (yang ini maksa banget, ahaha) sampai membungkus kado untuk mengerjaimu.

Ngukir Lilin
Bungkus Kado
Tepat pukul satu dini hari, kita berangkat ke rumahmu. Kita juga udah janjian sama Pangeranmu, Firman.
Sekitar 20 menit nunggu, Akhirnya firman sama Tanto, adikmu datang juga :D

Seperti theme Song di film ninja hatori, Mendaki gunung lewati lembah... akhirnya sampai juga di depan gerbang rumahmu. Kita sudah di sambut sama ibu Nining, Mamamu. Ahahaha
Sedikit kaget, ketika Kakakmu yang notabenenya sangat mirip denganmu keluar kamar. jengjengjeng.... sigap, ngumpet semua. Huh, ternyata kak Chenty. Syukurlah.

Tepat pukul dua dini hari, kita menyergap kamarmu. Mamamu yang membangunkan, kamu kesal karena dibangunin terlalu dini. Apalagi dengan alasan klise, Waktunya sahur.
Kita semua masuk ke kamarmu dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan menyelipkan doa di dalamnya. "AH... NGANTUK!" Kamu berteriak sambil guling-gulingan kebo di kasurmu. aih, ahahahaa.
Sembari senyum-senyum kamu mencari kaca matamu.

Prosesi tiup lilin dan potong kue pun dilaksanakan.
Karena ulang tahunmu juga berbarengan dengan adik laki-lakimu, Onet. Firman menggoda bahwa kado yang ia berikan juga untuk Onet. Kamu kesal, tapi tetap senyum-senyum. (Curiga, jangan-jangan widi udah stres *ups)


 
Tidak berpanjang lebar, tapi sudah sepanjang kereta gerbong 8. "Selamat Bertambah Tua, Berkurang umur YONO ASTUTI PARNOWATI" we always love you :D

Tangerang, 29 Juli 2012

Minggu, 22 Juli 2012

Rangers

Sebelumnya, maaf untuk draft-draft yang terabaikan.
Tiba-tiba pengin ngeposting ini duluan, hehehe

Untuk anak-anak tahun '90an pasti kenal Power Rangers. Pahlawan bertopeng pemberantas kejahatan. Kali ini, gue mau ngeposting tentang Rangers. Berbeda dengan Rangers yang pertama kali tayang 28 Agustus 1993, Rangers ini baru muncul sekitar 2011an.

Berbeda dengan Rangers yang sudah ada, formasi Rangers ini ada 4. Terdiri dari:
Rangers Cokelat, Rangers Ungu, Rangers Kuning dan Rangers Abu-abu. *Sumpah ngaco banget ini*  

Selain berbeda formasi, Rangers ini juga berbeda visi misi. ahahaha "Menjelajahi Seluruh Indonesia, setelah itu Luar Indonesia dengan biaya seminim mungkin," itu misinya semacem backpacker gitu deh *ciyeeee*. Visinya, "Menabung dan main irit-iritan menggunakan uang bulanan."

Udah ya, dari pada berbelit-belit dan bikin yang baca makin galau. mending TO THE POIN aja.

Jadi, gue puya temen-temen yang "sedikit" camen (MANA SEDIKIT SIH? BANYAK WOY!) dan mendeklarasikan diri sebagai Rangers. *aiiiih mateeee*

Yang harus diingat, kita semua itu girly banget loh :p *Menyenangkan diri*

(Dari Kiri ke Kanan) DJ. Sinta, Widi dan Upi

(Sedang) Menjalankan misi ke Pantai Parang Kusuma. Jogjakarta
Gue perkenalin ya, pertama GUE : Sinta Novizah (Rangers Cokelat). Katanya sih gue punya kekuatan Memanjat. Gara-gara, gue pelihara monyet. Ketularan pinter manjat kali ya gue -_-
Sinta dan Upi

Terus ada Luthfia Rachmi atau Upi (Rangers Ungu), dia ngaku-ngaku punya kekuatan Tatapan Membeku. *Yakali pil*  Taraf ke camenan dia, melebihi yang lain. Serius, dua rius sampe Darius deh *eh

Ada juga Rangers Abu-abu, Dwi Widia Yuliani. Rangers yang satu ini Super Parno-an. Heu, sama badut aja takut (-_-" ) kalo gak salah, dia punya kekuatan menghilang. *triiiing*

DJ dan Widi
Terakhir, ada Yuanita Dwi Januari. Jangan nanya dia lahir bulan apa, pasti udah bisa nebak semua. Oh iya, DJ (Nama Panggilannya) menjabat Rangers Kuning yang punya kekuatan berubah bentuk. *kalah bunglon* Berubah kelamin juga kata cupil (bukan gue loh je)

Rangers juga punya teman-teman yang kurang lebih Camen juga. (Ini ngaruh gak sih sama jurusan kuliah kita? mungkin). Kita nyebutnya Sahabat Rangers.

(kanan, baju putih) Tika, sebelahnya (baju kuning) Suci. Sahabat Rangers

(ketiga dari kiri) Nina, sebelahnya Faiz, (kedua dari kanan) Tika

(Kanan) Nina, di Situ Cipondoh

(Kedua dari kiri) Muthia, Juga Sahabat Rangers

Kurang lebih misi yang udah kita jalanin udaaaah.... *sebentar diitung dulu* Yap, dua (Sok banyak pake diitung -_- ). Ahahahahahaha *terbatas biaya coy*

Jogja dan Dufan serta Jalan-jalan tak terduga lainnya. Yang masih ke pending karena berbagai hal: Bayah, Lombok, Pulau Tidung, Bogor (padahal deket) dan lupa-lupa lainnya.

Kapan kapan deh diceritain Perjalanan Misi kita yang penuh peluh dan kepentok fulus yah. udah kepanjangan nih, see you :p