Senin, 11 Maret 2013

Curhat (Lagi) Yaaaaaa

Hallo maret, mau curhat (lagi) nih, hehehe
makasih ya udah jadi wadah penampungan setiap rasa :)

Kalo kalian, apa perbedaan spesifik yang menjadi ukuran kedekatan seseorang?

Kalo gue sih banyak, salah satunya berani meluapkan kemarahan.
Jadi gini, gue gak berani marah sama orang yang baru gue kenal atau orang yang gak terlalu dekat sama gue kalo dia melakukan hal yang gue anggap bakal merugikan dirinya sendiri (meskipun cuma pandangan subjektif). 

Nah! kalo sama orang yang udah deket, gue bakal bisa marah-marah sama dia. Maklum gue emang orangnya gitu, kadang suka gak nyantai hehehe. Jadi kaya emak-emak kos yang galak gitu. *maaf ya semuanya, susah emang menghilangkan kebiasaan buruk itu*
dan cuma orang-orang hebat yang masih setia bertahan di samping gue. tapi love them so much lah :* :*

Fenomenanya, gak sedikit yang gak terima perlakuan gue itu. huh, tapi udahlah ya, kan gak bisa maksa buat mereka tetap bertahan menuju gue yang lebih baik lagi.

Jadi, gue bakal ngulas kenapa gue suka begitu dan keburukan gue lainnya. Kan bukan cuma kebaikan yang harus diulas, keburukan juga boleh kan. Anggap aja kontemplasi pribadi secara publik *apaan sih ini, ahaha* Tapi sekarang jahat gue udah mulai berkurang kok :D *Alhamdulillah*

Karena takut orang-orang terdekat gue terluka *aih bahasanya* makanya gue suka ngasih pendapat walau mereka gak minta. Berbekal kepekaan lebih yang gue miliki, kalo kata si Cupil sih berkat ke Kepo-an gue, gue bisa tau apa yang udah terjadi sama orang-orang terdekat gue secara garis besarnya walau mereka belum cerita.

Cuma emang kadang-kadang caranya salah, tapi terkadang emang harus gitu biar mereka ngerti maksud gue. Tinggal merekanya aja gimana menangkap pesan dari kemarahan gue. Oh iya, marah yang gue maksud bukan marah yang "duar duar duar" ya. Marah yang gue maksud adalah marah yang di ungkapkan dengan suara dan kata-kata tegas dan apa adanya. Gue males bertele-tele untuk nyampein suatu maksud. Meskipun gue suka beranalogi. Gue juga gak suka ngotorin mulut gue dengan kata-kata kasar.

Selain suka marah-marah, gue juga Bosenan. Aaaaaah, tapi mereka emang hebat. Mereka gak pernah buat gue bosen, merea selalu buat gue nyaman. Makasih yaaaaaa :D

Gue paling males bergulat dengan sesuatu yang monoton. Apalagi sama sesuatu yang bikin suasana hati gue amburadul. Bikin gue jadi punya "penyakit hati". Gue bakal cepet banget Bosen.

Karena kebosanan gue udah datang dan ternyata masih banyak keburukan yang gue belum ulas, mungkin dilain waktu gue bakal lanjutin ya, hehehehe

Sekali lagi maaf dan terima kasih ^^

Minggu, 03 Maret 2013

Perhati(k)an



Semilir angin yang berhembus, membawa serta doamu.
Sebagiannya yang bosan karena selalu nama itu yang kamu titipkan, mengerutu padaku. “Apakah tidak bisa kamu berjalan sendiri sembari menjajaki dengan yang lain?” umpatnya dengan kesal.

Hari ini aku melihatmu, termenung dibawah temaram lampu jalanan.
Kamu bersama motor tua itu lagi, masih dengan jok belakang tak bertuan.
Kamu merunduk, entah apa yang ada dalam pikiranmu, mungkin lagi-lagi dia.

***

Matahari terik sekali siang ini, tetapi akan berbanding terbalik sore nanti. Biasanya sih begitu.
Di dalam angkutan umum yang gemar sekali berhenti, aku melihatmu lagi.
Masih dengan raut wajah yang sama. Aku ingin mengenalmu lebih dekat, jika bisa.

Kamu melaju dengan kecepatan penuh, aku tak berdaya. Serupa dengan rasa yang diam-diam menyelinap di dalam hatiku.

Seorang teman yang mengenalmu bercerita padaku, tentang semua hal yang telah kamu lalui.
Tentang dia yang mengecewakanmu. Aku turut prihatin.

“Namanya Dirga,” Alin mengagetkanku yang masih mengikuti jejakmu yang tak bersisa.
Ah, aku malu. Bagaimana Alin tahu yang aku perhatikan.
“Eh, iya lin. Gue udah tau, kan waktu itu lu yang kasih tau,” aku menjawab dengan gugup.
Alin tertawa meledek.

***

Pertemuan kita selalu berulang, meski kamu tidak menyadarinya.
Aku bosan melihatmu dalam keadaan yang sama. Ingin aku menelisik lebih dalam, menyentuh hatimu dan jika diizinkan, menyembuhkan lukamu.

Dengan ragu, aku selipkan sebuah kertas di sebuah tempat yang tidak pernah absen kamu kunjungi.

***

Kamu tersenyum membaca aksara yang tersusun mengambarkan perasaanku, sekaligus kaget dengan sapaanku, “hai, aku shena,”

Jumat, 01 Maret 2013

Yippy...Rangers will be back!

Ranger abu abu, kuning, cokelat dan ungu :)
Meskipun cuaca beberapa hari ini sedikit galau, tapi cuaca hati para Rangers gak serupa. Karena dua hari ini kita lewatin bareng bareng (lagi).

Huwaaaah seneng banget pokoknya. Seperti lagu Project Pop yang selalu jadi langganan playlist kalo kita karaoke-an, Ingatlah hari ini. Hari hari kebersamaan kita juga bakal tak terlupakan, akan jadi cerita panjang yang manis untuk di ceritakan ke anak cucu kita nanti :')

Jadi, kemarin itu kita menyambangi rumah rangers kuning yang udah lama gak ketemu. Kita kesana untuk membicarakan missi Rangers yang sempat tertunda, sekaligus kasih kejutan ulang tahun DJ (Rangers kuning) yang delay karena 15 Januari lalu Jakarta dilanda banjir. Maaf ya Tante Timika :*

Karena sedikit mendadak, jadi kita gak sempet buat beliin kue ulang tahun yang mahal (Yaudah sih bilang aja uang cekak, ahaha). Cuma dengan berbekal sebuah donat rasa cokelat yang diatasnya dikasih lilin berwana kuning dan kado yang isinya lekat dengan warna kesukaan DJ, kita siap mengetuk pintu rumahnya.

Kita dan Kejutan yang tertunda

Waw... ada yang berubah dari rumah DJ. Tempat tongkrongan Oscar, Mobi dan Madason sudah berubah jadi sebuah bangunan berlantai dua. Intip-intip sedikit rumahnya, eh cuma ada aa dika yang lagi asik nonton tv. aiiiiihhhh malu *jorogin*
Ternyata makhluk yang mau di kasih kejutan lagi asik ketawain kita yang terus beri salam tapi gak dibukain pintu -_-"

Hari itu kita isi dengan main kartu, makan bakso, makan pempek, main kartu lagi dan pastinya diisi dengan gelak tawa, senyum merekah dan tatapan rindu satu sama lain :')

Karena kemarin kayaknya kurang puas bareng-bareng, hari ini kita karaokean. meskipun suara kita gak ada yang bagus, hahahaha. tapi hari ini menambah lagi kebersamaan kita yang penuh suka cita. apalagi ada yang memerah mukanya waktu diungkit ungkit soal pria pujaan yang udah ngasih sinyal. tuituit :p
Gegap gempita hari ini

Terbayar sudah rindu gelak tawa bareng-bareng yang sempat hilang. Gak perlu sesuatu yang mahal buat dapet kebahagian seperti dua hari ini. Cukup permainan yang membekukan kebersamaan kita :')

Semoga kita tetap jalan berbarengan menuju masing masing impian yang kita harapkan. amiiiiin

Selamat ketemu di puncak keberhasilan Para Rangers :*