Kamis, 20 September 2012

Coba Ditanyakan?

Wah! hujan tiba-tiba melarikan diri dari kekang kemarau berkepanjangan.
Di sebuah rumah berwarna hijau, seorang gadis melamun. Meracau sendiri. "Aku benci untuk selalu sok tahu, sok asik, sok menyenangkan, sok pintar, sok acuh," disaat itu juga dia berjanji untuk menjadi kebalikan dari kesehariannya.

Keesokan harinya, saat dia bertemu dengan orang banyak, seakan waktu meloncat ke hari ini tanpa melewati kemarin. Hah! Dia lupa.

"Aku bingung, menjadi apa adanya aku ya sok tahu, karena aku selalu ingin tahu. Sok asik dan menyenangkan, karena aku ingin orang lain nyaman di dekatku. Sok pintar, untuk tahu lebih banyak. Sok acuh, yang satu ini, rasanya aku memang peduli dengan orabg-orang di sekitarku," tatapnya pada cermin.

"Setiap pribadi memang berbeda, ada yang menerima ada pula yang pergi tidak peduli setiap kekurangan. Biarkan saja mereka mencari yang sempurna. Manusia sempurna? Rasanya hanya  dengan saling melengkapi manusia menjadi sempurna."

"Eh tunggu, apa jangan-jangan pertemanan memang harus berpura-pura? kalau aku menjawab tidak, apakah mereka juga? kemudian menerimaku apa adanya? mungkin juga bertopeng di depanku. Memuntahkan semua ketidaksukaannya padaku dibelakang?"

"Ah, sudahlah, biarkan terseleksi alam," lepasnya pada angin seusai hujan yang semilir menenangkan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar